Misteri Beka

14 August 2007

Hingga saat ini keberadaan striker Persib, Christian Bekamenga, masih belum diketahui. Kendati sebuah kabar menyebutkan jika striker asal Kamerun itu sudah menginjakkan kakinya di Indonesia, namun tidak ada satu pengurus Persib pun yang mengaku mengetahui keberadaannya.

Bahkan, Asisten Pelatih Persib Djadjang Nurdjaman belum bisa memastikan kabar kedatangan bintang Persib itu di Bandung atau Jakarta. Pasalnya, hingga kemarin malam ia belum mendapat kabar secara langsung, baik dari Bekamenga maupun agennya, Denis Jules Onana.

“Saya baru mendapat kabar lisan yang mengatakan bahwa Bekamenga sudah tiba di Bandung. Tapi, selebihnya saya belum tahu. Saya belum bisa memastikan kebenaran kabar ini. Hingga pukul 21.30 WIB tadi, Bekamenga pun belum bisa dihubungi,” kata Djadjang, Senin (13/8) malam.

Hal senada diungkapkan Asisten Manajer Bidang Teknik Adeng Hudaya dan Sekretaris Persib Edi Djukardi. Edi mengaku belum mendapat kabar tentang keberadaan Bekamenga. “Sampai malam ini, belum ada kabar tentang Bekamenga. Kami juga belum tahu apakah Bekamenga sudah ada di Bandung atau tidak, termasuk kapan kepastian dia akan datang,” tutur Edi.

Kabar yang beredar sejak kemarin pagi menyebutkan, Bekamenga sudah tiba di Kota Bandung dan saat ini sudah ada di kediamannya, Kompleks Batununggal Indah. Bahkan, ada yang mengaku melihat Bekamenga tiba di Wisma Dharma Bhakti pagi hingga siang kemarin.

Namun, Asisten Manajer Persib Bidang Umum Benny Widjaja membantah kabar tersebut. Menurut Benny, ia seharian berada di Wisma Dharma Bhakti dan tidak melihat Bekamenga. Senada dengan pengurus lainnya, ia mengaku tidak mengetahui kapan Bekamenga akan datang.

Ketika “PR” hendak melakukan konfirmasi secara langsung kepada Bekamenga, hingga tadi malam, ia belum bisa dihubungi. Telefon selulernya tidak aktif. Kabar kedatangan Bekamenga juga tidak bisa diperoleh melalui agennya, Denis Jules Onana. Kendati telefon selulernya aktif, hingga malam hari Onana tidak mengangkat telefon tersebut.

Sejumlah pihak menilai, tindakan Bekamenga tergolong indisipliner. Ia pergi untuk memperkuat Timnas Kamerun. Namun, hingga kejuaraan usai, Bekamenga menghilang tanpa kabar. Pelatih Arcan Iurie pun sempat mengungkapkan kekesalannya kepada Bekamenga, khususnya sang agen, Onana.

“Onana tidak bertanggung jawab. Seharusnya, sebagai seorang agen ia berkewajiban memberikan report tentang Bekamenga kepada Persib, selama ia memperkuat Timnas Kamerun. Kenyataannya, sama sekali tidak ada kabar. Saya marah pada Onana. Setelah rupiah terkumpul, ia menghilang begitu saja,” kata Iurie saat itu.

Kendati mengakui jika tindakan Bekamenga tergolong indisipliner, Djadjang mengaku tidak bisa berkomentar mengenai sanksi yang dituntut sejumlah pihak, termasuk sebagian bobotoh, untuk diberikan kepada Bekamenga. “Soal sanksi itu kewenangan manajer,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, Manajer Persib Yossi Irianto belum bisa dihubungi untuk dimintai komentar tentang kemungkinan sanksi yang akan dijatuhkan pada Bekamenga. (Rika/”PR”)***

Siap Mental Menghadapai Teror

BANDUNG, (PR).-
Menjelang big match melawan Persija di Stadion Lebak Bulus, Jakarta, 16 Agustus mendatang, tim pelatih Persib serius menggodok mental pemain. Hal itu dilakukan agar pemain Persib siap menghadapi berbagai kemungkinan, termasuk jika harus menghadapi teror dari pendukung “Macan kemayoran”.

“Teror kemungkinan besar ada. Apalagi, pada putaran pertama lalu sempat ada insiden pelemparan bus pemain Persija oleh oknum bobotoh,” ujar Asisten Pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman, saat dihubungi “PR” Senin (13/8).

Pada putaran pertama lalu, saat Persija dijamu Persib, bus yang membawa para pemain tim ibu kota itu tidak lolos dari lemparan oknum bobotoh di Bandung. Djadjang menilai, kondisi serupa bisa saja terjadi di Jakarta, jika Jakmania bermaksud melakukan aksi balas dendam.

“Kalau tidak dilakukan penggodokan mental sejak dini, pemain bisa kaget dan ini akan merugikan Persib. Pemain harus siap menghadapi tekanan, baik di dalam maupun di luar lapangan. Bisa dipastikan, pada pertandingan itu pendukung Persija akan tumpah ruah di lapangan,” ujar Djadjang.

Kendati demikian, hingga Senin malam, Persib belum berencana untuk melengkapi diri dengan pengamanan khusus, termasuk menyewa satuan pengamanan. Ia pun mengaku belum mendapat kabar dari pihak panitia pelaksana tentang pengamanan yang akan diberikan untuk mengawal “Pangeran Biru” selama berada di Jakarta.

“Belum, kami belum memikirkan untuk menyewa satuan pengamanan khusus. Kami juga belum mendapat kabar dari panpel Persija, apakah Persib akan mendapat pengawalan ekstra atau tidak,” ujar Djadjang.

Main malam

Dua pertandingan kandang pertama Persib pada putaran kedua akan mengalami perubahan waktu. Pertandingan yang biasa dimulai pukul 15.30 WIB mundur menjadi pukul 18.30 WIB. Namun, hari dan tempat pelaksanaan tidak berubah. Perubahan waktu ini berlaku untuk pertandingan melawan PSIS Semarang Minggu (19/8) dan Persela Lamongan, Rabu (22/8).

“Kemungkinan besar, perubahan jadwal ini berhubungan dengan jam tayang penyiaran. Dalam surat yang kami terima melalui faks hari ini (kemarin-red), BLI tidak menjelasakn alasan pemunduran waktu ini,” ujar Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persib, Sukowiyono, dihubungi “PR” semalam.

Kendati tidak akan berpengaruh banyak terhadap minat bobotoh yang ingin menyaksikan langsung di lapangan, namun menurut Sukowiyono, perubahan waktu pertandingan ini menuntut penanganan ekstra dari pihak panpel. Terutama, menyangkut masalah penerangan dan pengamanan.

“Konsekuensinya, penerangan di stadion harus memadai. Jangan sampai lampu tiba-tiba padam dalam waktu lama dan mengganggu jalannya pertandingan. Pengamanan pun harus lebih memadai. Namun, masalah pengamanan kami serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian,” ujarnya.

Kendati demikian, menurut dia, Panpel Persib siap menggelar pertandingan kapan pun, termasuk jika harus digelar malam hari. “Saya rasa ini tidak masalah. Baik panitia, pihak stadion, maupun kepolisian telah terbiasa menggelar pertandingan malam hari. Ini bukan sesuatu yang luar biasa,” ujar Sukowiyono. (A-150)***