Siap Mental Menghadapai Teror
14 August 2007
BANDUNG, (PR).-
Menjelang big match melawan Persija di Stadion Lebak Bulus, Jakarta, 16 Agustus mendatang, tim pelatih Persib serius menggodok mental pemain. Hal itu dilakukan agar pemain Persib siap menghadapi berbagai kemungkinan, termasuk jika harus menghadapi teror dari pendukung “Macan kemayoran”.
“Teror kemungkinan besar ada. Apalagi, pada putaran pertama lalu sempat ada insiden pelemparan bus pemain Persija oleh oknum bobotoh,” ujar Asisten Pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman, saat dihubungi “PR” Senin (13/8).
Pada putaran pertama lalu, saat Persija dijamu Persib, bus yang membawa para pemain tim ibu kota itu tidak lolos dari lemparan oknum bobotoh di Bandung. Djadjang menilai, kondisi serupa bisa saja terjadi di Jakarta, jika Jakmania bermaksud melakukan aksi balas dendam.
“Kalau tidak dilakukan penggodokan mental sejak dini, pemain bisa kaget dan ini akan merugikan Persib. Pemain harus siap menghadapi tekanan, baik di dalam maupun di luar lapangan. Bisa dipastikan, pada pertandingan itu pendukung Persija akan tumpah ruah di lapangan,” ujar Djadjang.
Kendati demikian, hingga Senin malam, Persib belum berencana untuk melengkapi diri dengan pengamanan khusus, termasuk menyewa satuan pengamanan. Ia pun mengaku belum mendapat kabar dari pihak panitia pelaksana tentang pengamanan yang akan diberikan untuk mengawal “Pangeran Biru” selama berada di Jakarta.
“Belum, kami belum memikirkan untuk menyewa satuan pengamanan khusus. Kami juga belum mendapat kabar dari panpel Persija, apakah Persib akan mendapat pengawalan ekstra atau tidak,” ujar Djadjang.
Main malam
Dua pertandingan kandang pertama Persib pada putaran kedua akan mengalami perubahan waktu. Pertandingan yang biasa dimulai pukul 15.30 WIB mundur menjadi pukul 18.30 WIB. Namun, hari dan tempat pelaksanaan tidak berubah. Perubahan waktu ini berlaku untuk pertandingan melawan PSIS Semarang Minggu (19/8) dan Persela Lamongan, Rabu (22/8).
“Kemungkinan besar, perubahan jadwal ini berhubungan dengan jam tayang penyiaran. Dalam surat yang kami terima melalui faks hari ini (kemarin-red), BLI tidak menjelasakn alasan pemunduran waktu ini,” ujar Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persib, Sukowiyono, dihubungi “PR” semalam.
Kendati tidak akan berpengaruh banyak terhadap minat bobotoh yang ingin menyaksikan langsung di lapangan, namun menurut Sukowiyono, perubahan waktu pertandingan ini menuntut penanganan ekstra dari pihak panpel. Terutama, menyangkut masalah penerangan dan pengamanan.
“Konsekuensinya, penerangan di stadion harus memadai. Jangan sampai lampu tiba-tiba padam dalam waktu lama dan mengganggu jalannya pertandingan. Pengamanan pun harus lebih memadai. Namun, masalah pengamanan kami serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian,” ujarnya.
Kendati demikian, menurut dia, Panpel Persib siap menggelar pertandingan kapan pun, termasuk jika harus digelar malam hari. “Saya rasa ini tidak masalah. Baik panitia, pihak stadion, maupun kepolisian telah terbiasa menggelar pertandingan malam hari. Ini bukan sesuatu yang luar biasa,” ujar Sukowiyono. (A-150)***

