Uji Coba Pertama, Leo Belum Stabil

18 July 2007

Dicoba di Posisi Gelandang dan ”Striker”

BANDUNG, (PR).-
Pelatih Persib Arcan Iurie mengatakan permainan Leo Chitescu masih belum stabil di uji coba pertama melawan pemain Diklat Persib, Selasa (17/7), di Stadion Siliwangi Bandung.

Dalam pertandingan yang berakhir dengan kemenangan Persib 5-0 tersebut, Iurie mulai menerapkan formasi 4-4-2 dan Leo Chitescu diposisikan menjadi gelandang mendampingi Lorenzo Cabanas. Selanjutnya di babak kedua, Leo yang berhasil mencetak dua gol ini kembali ditempatkan di posisi striker.

Menurut pengamatan Iurie, yang menjadi wasit pada pertandingan tersebut, dari uji coba pertama belum dapat diambil kesimpulan apa pun. Yang jelas kemampuan Leo masih harus ditingkatkan lagi. Dalam beberapa kali latihan, Iurie yakin Leo bisa menampilkan kemampuannya.

"Dia harus lebih kuat, konstruksinya harus lebih baik, tapi saya terima kasih kepada pemain lain yang memberi support sama dia. Dia sudah ada di Persib dan saya kasih tahu dia harus bagaimana, posisi dia bagaimana. Semuanya harus didiskusikan lagi dengan tim pelatih," katanya.

Senada dengan Iurie, manajer Persib Yossi Irianto mengatakan, uji coba pertama melawan Diklat Persib belum menghasilkan kesimpulan apa pun. Menurut dia, fisik semua pemain masih tegang termasuk pemain baru Leo Chitescu, sehingga belum terlihat kemampuan yang sebenarnya.

"Mungkin dia masih confused, ini kan pertandingan pertama dia dan fisiknya juga masih tegang. Tapi masih ada harapan, tadi dia memberikan beberapa assist yang bagus, dan dia juga mencetak dua gol, tapi fisiknya masih harus terus digenjot," tuturnya.

Mengenai formasi 4-4-2 yang coba diterapkan Iurie, Yossi memercayakan sepenuhnya kepada pelatih asal Moldova tersebut. Yossi juga mengatakan, Iurie berjanji dalam satu bulan ke depan para pemain Persib sudah mantap dengan formasi yang baru dicoba 4-4-2 selain juga formasi 4-3-3 dan formasi yang biasa dipakai 3-5-3.

"Alternatif beberapa formasi ini sebagai antisipasi kalau Eka bisa main di putaran dua nanti. Sebab bisa saja di masa istirahat nanti Eka main untuk Persib dan Leo akan kembali menjadi striker," ujarnya.

Sementara mengenai pertandingan uji coba melawan Persmin yang semula direncanakan berlangsung di Stadion si Jalak Harupat, Yossi mengatakan rencana tersebut berubah. Stadion Siliwangi, dikatakan Yossi akan menjadi tempat penyelenggaraan pertandingan uji coba tersebut.

"Kami sudah bicarakan dengan ketua panpel, dan keputusannya pertandingan melawan Persmin pada 28 Juli tetap di Siliwangi. Ya itu bagus karena lokasinya lebih dekat," katanya.

Sementara itu, usai menjalani uji coba pertama melawan skuad Indra Tohir, para pemain Persib akan kembali menjalani latihan di Stadion Siliwangi Bandung, Rabu (18/7) mulai pukul 15.00 WIB. Selanjutnya, Kamis (19/7), rencananya para pemain akan menjalani tes fisik kedua untuk mengukur VO2max. (A-157)*

Arif tidak Boleh Lagi Merumput?

Dicoret dari Timnas Setelah Lakukan Tindakan Indisipliner

JAKARTA, (PR).-
Buntut dari kaburnya Zaenal Arif dari timnas, Ketua Umum PSSI Nurdin Halid akan menskors pemain asal Garut ini. Ia tidak boleh bermain di Indonesia dalam kejuaraan apa pun, termasuk Liga Indonesia.

"Tindakan yang dilakukan Zaenal Arif sudah keterlaluan. Di tengah para pemain timnas lainnya sedang berjuang, dia malah meninggalkan tim seenaknya tanpa izin. Saya akan memberikan skors kepada Zaenal Arif tidak boleh main di Indonesia. Dengan demikian, sudah pasti dia tidak bisa membela klubnya di Liga Indonesia nanti," ujar Nurdin Halid di sela-sela menyambut kedatangan Wapres Jusuf Kalla di lapangan timnas Senayan Jakarta, Selasa (17/7).

Dikatakan Nurdin, untuk menentukan sanksi tersebut, dirinya akan segera melakukan rapat dengan anggota Komite Eksekutif (Exco) untuk menentukan berapa lama skors yang akan diberikan kepada Zaenal Arif. "Tanggal 18 Juli saya akan rapat dengan anggota Exco untuk menentukan sanksi buat dia, berapa lama dia tidak boleh bermain di Indonesia," katanya.

Tindakan yang dilakukan Zaenal Arif, menurut Nurdin, merupakan tindakan indisipliner yang tidak bisa ditoleransi karena merupakan pelanggaran pemain yang sangat berat. "Saat ini kita sangat membutuhkan kekompakan dalam tim untuk menghadapi partai melawan Korea yang sangat menentukan untuk langkah tim kita selanjutnya. Tapi dia malah berbuat seperti itu, saya merasa dibohongi dan tidak menerima perlakuan dia," katanya.

Nurdin mengatakan, dirinya sempat menunggu Zaenal Arief di Hotel J.W. Marriot, tempat penginap para pemain sampai pukul 3.00 WIB, setelah dirinya mendapat kabar Zaenal Arif sudah tidak ada di kamar sejak pukul 22.00 WIB. "Tadinya kalau dia datang, saya ingin tahu apa yang dia lakukan di luar hotel, tapi setelah saya tunggu sampai jam tiga pagi, dia tidak muncul juga. Saya benar-benar kecewa dengan sikap yang ditunjukkan dia," ucap Nurdin.

Sementara itu, manajer timnas Andi Darussalam, mengaku tidak habis pikir dengan sikap yang dilakukan pemain sekelas Zaenal Arif, yang telah melakukan perbuatan yang merugikan dirinya sendiri. "Saya benar-benar sangat menyesalkan dengan perbuatan yang dilakukan Zaenal Arif. Kenapa dia sampai nekat berbuat indisipliner seperti itu? Tidak ada toleransi dengan sikap buruknya tersebut, makanya dia langsung dicoret dari tim," kata Andi yang ada di lapangan timnas.

Iurie marah

Kabar dicoretnya striker Persib Bandung Zaenal Arif dari skuad Merah Putih cukup mengejutkan klub Persib Bandung. Bahkan, pelatih Arcan Iurie yang mengaku belum mengetahui pencoretan Arif secara detail mengatakan, dia akan sangat marah jika benar striker asal Cikajang Garut ini dicoret karena indisipliner.

"Semuanya masih simpang siur, tapi kalau benar, saya marah sekali. Ini timnas, pemain harus kontrol emosi. Saya mengerti kalau dia kecewa karena tidak dimainkan Kolev, tapi ini timnas," katanya.

Iurie mengaku pada Selasa (17/7) pagi dia mendapat telefon dari Zaenal Arif. Namun, Iurie belum tahu kalau ternyata Arif dicoret oleh Kolev. "Dia telefon saya dan bilang ‘coach saya tidak dimainkan’, lalu suaranya mulai bergetar seperti mau menangis dan dia bilang dia akan telefon saya lagi," ujarnya.

Kendati demikian, Iurie mengatakan, dirinya akan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan Zaenal Arif. "Saya akan coba cari tahu informasi, besok mungkin semuanya akan lebih jelas," katanya.

Sementara manajer Persib Yossi Irianto mengaku cukup terkejut dan sangat menyayangkan dicoretnya Arif dari timnas. Terlebih nama besar Persib dipertaruhkan oleh dua pemain yang memperkuat timnas yakni Eka Ramdani dan Zaenal Arif. "Secara resmi saya belum dapat konfirmasi resmi. ”Saya pikir ini hanya masalah komunikasi," katanya.

Sementara itu, keberadaan Zaenal Arif pascapencoretan dari Timnas Indonesia tidak diketahui. Ketika "PR" mencoba mengecek ke mes Persib di Wisma Dharma Bhakti Jln. Bali, Arif tidak ada di sana. Demikian juga ketika mencoba menghubungi melalui telefon selulernya tidak aktif. Begitu juga ketika "PR" mencoba menghubungi salah seorang saudaranya di Garut, telefon selulernya pun tidak aktif. (A-105/A-157)*