Arif tidak Boleh Lagi Merumput?

18 July 2007

Dicoret dari Timnas Setelah Lakukan Tindakan Indisipliner

JAKARTA, (PR).-
Buntut dari kaburnya Zaenal Arif dari timnas, Ketua Umum PSSI Nurdin Halid akan menskors pemain asal Garut ini. Ia tidak boleh bermain di Indonesia dalam kejuaraan apa pun, termasuk Liga Indonesia.

"Tindakan yang dilakukan Zaenal Arif sudah keterlaluan. Di tengah para pemain timnas lainnya sedang berjuang, dia malah meninggalkan tim seenaknya tanpa izin. Saya akan memberikan skors kepada Zaenal Arif tidak boleh main di Indonesia. Dengan demikian, sudah pasti dia tidak bisa membela klubnya di Liga Indonesia nanti," ujar Nurdin Halid di sela-sela menyambut kedatangan Wapres Jusuf Kalla di lapangan timnas Senayan Jakarta, Selasa (17/7).

Dikatakan Nurdin, untuk menentukan sanksi tersebut, dirinya akan segera melakukan rapat dengan anggota Komite Eksekutif (Exco) untuk menentukan berapa lama skors yang akan diberikan kepada Zaenal Arif. "Tanggal 18 Juli saya akan rapat dengan anggota Exco untuk menentukan sanksi buat dia, berapa lama dia tidak boleh bermain di Indonesia," katanya.

Tindakan yang dilakukan Zaenal Arif, menurut Nurdin, merupakan tindakan indisipliner yang tidak bisa ditoleransi karena merupakan pelanggaran pemain yang sangat berat. "Saat ini kita sangat membutuhkan kekompakan dalam tim untuk menghadapi partai melawan Korea yang sangat menentukan untuk langkah tim kita selanjutnya. Tapi dia malah berbuat seperti itu, saya merasa dibohongi dan tidak menerima perlakuan dia," katanya.

Nurdin mengatakan, dirinya sempat menunggu Zaenal Arief di Hotel J.W. Marriot, tempat penginap para pemain sampai pukul 3.00 WIB, setelah dirinya mendapat kabar Zaenal Arif sudah tidak ada di kamar sejak pukul 22.00 WIB. "Tadinya kalau dia datang, saya ingin tahu apa yang dia lakukan di luar hotel, tapi setelah saya tunggu sampai jam tiga pagi, dia tidak muncul juga. Saya benar-benar kecewa dengan sikap yang ditunjukkan dia," ucap Nurdin.

Sementara itu, manajer timnas Andi Darussalam, mengaku tidak habis pikir dengan sikap yang dilakukan pemain sekelas Zaenal Arif, yang telah melakukan perbuatan yang merugikan dirinya sendiri. "Saya benar-benar sangat menyesalkan dengan perbuatan yang dilakukan Zaenal Arif. Kenapa dia sampai nekat berbuat indisipliner seperti itu? Tidak ada toleransi dengan sikap buruknya tersebut, makanya dia langsung dicoret dari tim," kata Andi yang ada di lapangan timnas.

Iurie marah

Kabar dicoretnya striker Persib Bandung Zaenal Arif dari skuad Merah Putih cukup mengejutkan klub Persib Bandung. Bahkan, pelatih Arcan Iurie yang mengaku belum mengetahui pencoretan Arif secara detail mengatakan, dia akan sangat marah jika benar striker asal Cikajang Garut ini dicoret karena indisipliner.

"Semuanya masih simpang siur, tapi kalau benar, saya marah sekali. Ini timnas, pemain harus kontrol emosi. Saya mengerti kalau dia kecewa karena tidak dimainkan Kolev, tapi ini timnas," katanya.

Iurie mengaku pada Selasa (17/7) pagi dia mendapat telefon dari Zaenal Arif. Namun, Iurie belum tahu kalau ternyata Arif dicoret oleh Kolev. "Dia telefon saya dan bilang ‘coach saya tidak dimainkan’, lalu suaranya mulai bergetar seperti mau menangis dan dia bilang dia akan telefon saya lagi," ujarnya.

Kendati demikian, Iurie mengatakan, dirinya akan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan Zaenal Arif. "Saya akan coba cari tahu informasi, besok mungkin semuanya akan lebih jelas," katanya.

Sementara manajer Persib Yossi Irianto mengaku cukup terkejut dan sangat menyayangkan dicoretnya Arif dari timnas. Terlebih nama besar Persib dipertaruhkan oleh dua pemain yang memperkuat timnas yakni Eka Ramdani dan Zaenal Arif. "Secara resmi saya belum dapat konfirmasi resmi. ”Saya pikir ini hanya masalah komunikasi," katanya.

Sementara itu, keberadaan Zaenal Arif pascapencoretan dari Timnas Indonesia tidak diketahui. Ketika "PR" mencoba mengecek ke mes Persib di Wisma Dharma Bhakti Jln. Bali, Arif tidak ada di sana. Demikian juga ketika mencoba menghubungi melalui telefon selulernya tidak aktif. Begitu juga ketika "PR" mencoba menghubungi salah seorang saudaranya di Garut, telefon selulernya pun tidak aktif. (A-105/A-157)*

Ada Apa dengan Arif ?

TIDAK ada yang menduga, pada saat konsentrasi Indonesia menghadapi Korsel di Piala Asia 2007, Rabu (18/7) sore ini, manajemen timnas mencoret penyerang Zaenal Arif. Penyerang Persib ini resmi dicoret Selasa (17/7) pagi kemarin, dan hari itu juga keluar meninggalkan Hotel J.W. Marriott, tempat menginap timnas Indonesia. Arif dinilai indisipliner karena terlambat masuk ke kamar hotel, Senin (16/7) malam.

Berdasarkan peraturan manajemen timnas, semua pemain maksimal masuk kamar untuk istirahat pukul 22.00 WIB. Namun, Arif datang terlambat dan masuk kamar lebih dari pukul 00.00 WIB.

Pelatih Ivan Kolev mengatakan, Arif sudah melakukan tindakan indisipliner dan dicoret dari timnas. "Ini keputusan berat, tapi semua harus mentaati peraturan," ujarnya, di Hotel J. W. Marriott, Selasa (17/7).

Sikap indisipliner Arif ini bukan yang pertama. Ketika timnas melakukan pemusatan latihan di Jakarta dan menginap di Hotel Grand Melia, dia sempat terlambat datang ke hotel. Dalam pertemuan dengan Kolev, Arif sudah berjanji jika melakukannya lagi, siap untuk dicoret. Sehingga, saat tahu Arif melakukan tindakan indisipliner kedua, manajemen tidak ragu untuk mencoretnya.

Dokter tim, dr. Zaini Khadafi Saragih mengatakan, Senin (16/7) malam pukul 22.00 WIB, dia mengecek tiap kamar pemain sekaligus memeriksa kondisi kesehatannya. Arif yang tinggal bersama Achmad Jufriyanto, ternyata tidak ada di tempat. Arif sempat dikontak melalui telepon selulernya dan mengabarkan datang terlambat.

Malam itu, pukul 23.30 WIB, Arif ditelepon kembali dan mengatakan sudah ada di kamar. Saat itu, Kolev, bersama asisten pelatih Syamsudin Umar datang ke kamarnya. "Namun, ternyata Arif tidak ada," ujarnya. Kebetulan, malam itu ketua Umum PSSI Nurdin Halid dan Wakil Ketua Umum PSSI, Nirwan D. Bakrie sedang ada di sana dan bersama Kolev mendiskusikan soal tindakan indisipliner Arif. Antara pukul 0.30 hingga pukul 1.00 WIB, Arif dicoba ditelepon lagi, namun telepon selulernya tidak aktif. "Tapi, pagi sekitar pukul 6.00 WIB, Kolev dan Arif berdiskusi. Entah apa hasil diskusi itu," ujar dr. Zaini.

Tidak seperti biasanya pemain asal Cikajang Kab. Garut ini bersikap seperi itu. Biasanya dia tidak pernah berbuat macam-macam. Sikap dia sebenarnya sebagai bentuk kekecewaan karena tidak dimainkan saat berhadapan dengan Arab Saudi, Sabtu (14/7) lalu. Arif sebenarnya sudah melakukan pemanasan untuk mengganti salah satu pemain di lapangan. Namun pengganti Elie Aiboy dan Budi Sudarsono ternyata Supardi dan Ismed Sofyan. Saat itu, Arif sudah memperlihatkan kekesalannya dengan menendang-nendang sentelban.

Kekecewaan Arif masih diperlihatkan saat latihan Senin (16/7). Ia sering memberikan ucapan balasan keras jika ada intruksi pelatih. Sikap yang jarang diperlihatkan Arif selama ini. Pandangan Arif sebenarnya cukup masuk akal saat lawan Arab Saudi. Tiga penyerang Indonesia, Aiboy, Budi, dan Bambang Pamungkas sudah kehabisan tenaga, tapi proses pergantian terlambat dan bukan dia yang dimainkan. Padahal, Arif menempati posisi striker. Sikap pendiam Arif akhirnya berubah menjadi sebuah "ledakan". Ada apa dengan Arif? (Irfan Suryadireja/ "PR")***