<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
>

<channel>
	<title>PERSIB Bandung</title>
	<link>http://persib.blogsome.com</link>
	<description>Maung Bandung</description>
	<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 03:37:44 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>
	<language>en</language>

		<item>
		<title>Misteri Beka</title>
		<link>http://persib.blogsome.com/2007/08/14/misteri-beka/</link>
		<comments>http://persib.blogsome.com/2007/08/14/misteri-beka/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 03:37:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>persib</dc:creator>
		
	<category>Persib</category>
	<category>Beckamenga</category>
		<guid>http://persib.blogsome.com/2007/08/14/misteri-beka/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Hingga                 saat ini keberadaan striker Persib, Christian Bekamenga, masih belum diketahui.                 Kendati sebuah kabar menyebutkan jika striker asal Kamerun itu sudah menginjakkan  [...]</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>
<p align="justify"><font>Hingga                 saat ini keberadaan <em>striker</em> Persib, Christian Bekamenga, masih belum diketahui.                 Kendati sebuah kabar menyebutkan jika <em>striker</em> asal Kamerun itu sudah menginjakkan                 kakinya di Indonesia, namun tidak ada satu pengurus Persib pun yang mengaku mengetahui                 keberadaannya.</font></p>
	<div align="justify"> <font>                </font></div>
	<p align="justify"><font>Bahkan, Asisten Pelatih Persib Djadjang Nurdjaman belum bisa memastikan kabar                 kedatangan bintang Persib itu di Bandung atau Jakarta. Pasalnya, hingga kemarin malam ia                 belum mendapat kabar secara langsung, baik dari Bekamenga maupun agennya, Denis Jules                 Onana.</font></p>
	<div align="justify"> <font>                </font></div>
	<p align="justify"><font>&ldquo;Saya baru mendapat kabar lisan yang mengatakan bahwa Bekamenga sudah tiba di                 Bandung. Tapi, selebihnya saya belum tahu. Saya belum bisa memastikan kebenaran kabar ini.                 Hingga pukul 21.30 <span class="caps">WIB</span> tadi, Bekamenga pun belum bisa dihubungi,&rdquo; kata Djadjang,                 Senin (13/8) malam.</font></p>
	<div align="justify"> <font>                </font></div>
	<p align="justify"><font>Hal senada diungkapkan Asisten Manajer Bidang Teknik Adeng Hudaya dan Sekretaris Persib                 Edi Djukardi. Edi mengaku belum mendapat kabar tentang keberadaan Bekamenga. &ldquo;Sampai                 malam ini, belum ada kabar tentang Bekamenga. Kami juga belum tahu apakah Bekamenga sudah                 ada di Bandung atau tidak, termasuk kapan kepastian dia akan datang,&rdquo; tutur Edi.</font></p>
	<div align="justify"> <font>                </font></div>
	<p align="justify"><font>Kabar yang beredar sejak kemarin pagi menyebutkan, Bekamenga sudah tiba di Kota Bandung                 dan saat ini sudah ada di kediamannya, Kompleks Batununggal Indah. Bahkan, ada yang                 mengaku melihat Bekamenga tiba di Wisma Dharma Bhakti pagi hingga siang kemarin. </font></p>
	<div align="justify"> <font>                </font></div>
	<p align="justify"><font>Namun, Asisten Manajer Persib Bidang Umum Benny Widjaja membantah kabar tersebut.                 Menurut Benny, ia seharian berada di Wisma Dharma Bhakti dan tidak melihat Bekamenga.                 Senada dengan pengurus lainnya, ia mengaku tidak mengetahui kapan Bekamenga akan datang.</font></p>
	<div align="justify"> <font>                </font></div>
	<p align="justify"><font>Ketika &ldquo;PR&rdquo; hendak melakukan konfirmasi secara langsung kepada Bekamenga,                 hingga tadi malam, ia belum bisa dihubungi. Telefon selulernya tidak aktif. Kabar                 kedatangan Bekamenga juga tidak bisa diperoleh melalui agennya, Denis Jules Onana. Kendati                 telefon selulernya aktif, hingga malam hari Onana tidak mengangkat telefon tersebut.</font></p>
	<div align="justify"> <font>                </font></div>
	<p align="justify"><font>Sejumlah pihak menilai, tindakan Bekamenga tergolong indisipliner. Ia pergi untuk                 memperkuat Timnas Kamerun. Namun, hingga kejuaraan usai, Bekamenga menghilang tanpa kabar.                 Pelatih Arcan Iurie pun sempat mengungkapkan kekesalannya kepada Bekamenga, khususnya sang                 agen, Onana.</font></p>
	<div align="justify"> <font>                </font></div>
	<p align="justify"><font>&ldquo;Onana tidak bertanggung jawab. Seharusnya, sebagai seorang agen ia berkewajiban                 memberikan <em>report</em> tentang Bekamenga kepada Persib, selama ia memperkuat Timnas                 Kamerun. Kenyataannya, sama sekali tidak ada kabar. Saya marah pada Onana. Setelah rupiah                 terkumpul, ia menghilang begitu saja,&rdquo; kata Iurie saat itu.</font></p>
	<div align="justify"> <font>                </font></div>
	<p align="justify"><font>Kendati mengakui jika tindakan Bekamenga tergolong indisipliner, Djadjang mengaku tidak                 bisa berkomentar mengenai sanksi yang dituntut sejumlah pihak, termasuk sebagian <em>bobotoh</em>,                 untuk diberikan kepada Bekamenga. &ldquo;Soal sanksi itu kewenangan manajer,&rdquo; katanya.</font></p>
	<div align="justify"> <font>                </font></div>
	<p align="justify"><font>Hingga berita ini diturunkan, Manajer Persib Yossi Irianto belum bisa dihubungi untuk                 dimintai komentar tentang kemungkinan sanksi yang akan dijatuhkan pada Bekamenga.                 (Rika/&rdquo;PR&rdquo;)***</font></p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://persib.blogsome.com/2007/08/14/misteri-beka/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Siap Mental Menghadapai Teror</title>
		<link>http://persib.blogsome.com/2007/08/14/siap-mental-menghadapai-teror/</link>
		<comments>http://persib.blogsome.com/2007/08/14/siap-mental-menghadapai-teror/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 03:36:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>persib</dc:creator>
		
	<category>Persib</category>
		<guid>http://persib.blogsome.com/2007/08/14/siap-mental-menghadapai-teror/</guid>
		<description><![CDATA[<p>BANDUNG, (PR).-
                 Menjelang big match melawan Persija di Stadion Lebak Bulus, Jakarta, 16 Agustus                 mendatang, tim pelatih Persib serius menggodok mental pemain. Hal [...]</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>
<p align="justify"><font><span class="caps">BANDUNG</span>, (PR).-<br />
                 Menjelang <em>big match</em> melawan Persija di Stadion Lebak Bulus, Jakarta, 16 Agustus                 mendatang, tim pelatih Persib serius menggodok mental pemain. Hal itu dilakukan agar                 pemain Persib siap menghadapi berbagai kemungkinan, termasuk jika harus menghadapi teror                 dari pendukung &ldquo;Macan kemayoran&rdquo;.</font></p>
	<div align="justify"> <font>                </font></div>
	<p align="justify"><font>&ldquo;Teror kemungkinan besar ada. Apalagi, pada putaran pertama lalu sempat ada                 insiden pelemparan bus pemain Persija oleh oknum <em>bobotoh</em>,&rdquo; ujar Asisten                 Pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman, saat dihubungi &ldquo;PR&rdquo; Senin (13/8).</font></p>
	<div align="justify"> <font>                </font></div>
	<p align="justify"><font>Pada putaran pertama lalu, saat Persija dijamu Persib, bus yang membawa para pemain tim                 ibu kota itu tidak lolos dari lemparan oknum <em>bobotoh</em> di Bandung. Djadjang menilai,                 kondisi serupa bisa saja terjadi di Jakarta, jika Jakmania bermaksud melakukan aksi balas                 dendam.</font></p>
	<div align="justify"> <font>                </font></div>
	<p align="justify"><font>&ldquo;Kalau tidak dilakukan penggodokan mental sejak dini, pemain bisa kaget dan ini                 akan merugikan Persib. Pemain harus siap menghadapi tekanan, baik di dalam maupun di luar                 lapangan. Bisa dipastikan, pada pertandingan itu pendukung Persija akan tumpah ruah di                 lapangan,&rdquo; ujar Djadjang.</font></p>
	<div align="justify"> <font>                </font></div>
	<p align="justify"><font>Kendati demikian, hingga Senin malam, Persib belum berencana untuk melengkapi diri                 dengan pengamanan khusus, termasuk menyewa satuan pengamanan. Ia pun mengaku belum                 mendapat kabar dari pihak panitia pelaksana tentang pengamanan yang akan diberikan untuk                 mengawal &ldquo;Pangeran Biru&rdquo; selama berada di Jakarta.</font></p>
	<div align="justify"> <font>                </font></div>
	<p align="justify"><font>&ldquo;Belum, kami belum memikirkan untuk menyewa satuan pengamanan khusus. Kami juga                 belum mendapat kabar dari panpel Persija, apakah Persib akan mendapat pengawalan ekstra                 atau tidak,&rdquo; ujar Djadjang.</font></p>
	<div align="justify"> <font>                </font></div>
	<p align="justify"><font>Main malam</font></p>
	<div align="justify"> <font>                </font></div>
	<p align="justify"><font>Dua pertandingan kandang pertama Persib pada putaran kedua akan mengalami perubahan                 waktu. Pertandingan yang biasa dimulai pukul 15.30 <span class="caps">WIB</span> mundur menjadi pukul 18.30 <span class="caps">WIB</span>.                 Namun, hari dan tempat pelaksanaan tidak berubah. Perubahan waktu ini berlaku untuk                 pertandingan melawan <span class="caps">PSIS </span>Semarang Minggu (19/8) dan Persela Lamongan, Rabu (22/8).</font></p>
	<div align="justify"> <font>                </font></div>
	<p align="justify"><font>&ldquo;Kemungkinan besar, perubahan jadwal ini berhubungan dengan jam tayang penyiaran.                 Dalam surat yang kami terima melalui faks hari ini (kemarin-red), <span class="caps">BLI</span> tidak menjelasakn                 alasan pemunduran waktu ini,&rdquo; ujar Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persib,                 Sukowiyono, dihubungi &ldquo;PR&rdquo; semalam.</font></p>
	<div align="justify"> <font>                </font></div>
	<p align="justify"><font>Kendati tidak akan berpengaruh banyak terhadap minat <em>bobotoh</em> yang ingin                 menyaksikan langsung di lapangan, namun menurut Sukowiyono, perubahan waktu pertandingan                 ini menuntut penanganan ekstra dari pihak panpel. Terutama, menyangkut masalah penerangan                 dan pengamanan.</font></p>
	<div align="justify"> <font>                </font></div>
	<p align="justify"><font>&ldquo;Konsekuensinya, penerangan di stadion harus memadai. Jangan sampai lampu                 tiba-tiba padam dalam waktu lama dan mengganggu jalannya pertandingan. Pengamanan pun                 harus lebih memadai. Namun, masalah pengamanan kami serahkan sepenuhnya kepada pihak                 kepolisian,&rdquo; ujarnya.</font></p>
	<div align="justify"> <font>                </font></div>
	<p align="justify"><font>Kendati demikian, menurut dia, Panpel Persib siap menggelar pertandingan kapan pun,                 termasuk jika harus digelar malam hari. &ldquo;Saya rasa ini tidak masalah. Baik panitia,                 pihak stadion, maupun kepolisian telah terbiasa menggelar pertandingan malam hari. Ini                 bukan sesuatu yang luar biasa,&rdquo; ujar Sukowiyono. (A-150)***</font></p></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://persib.blogsome.com/2007/08/14/siap-mental-menghadapai-teror/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
	</channel>
</rss>
